Jumat, 24 Januari 2014

Orang Baru

Aku sama dia
Aku sering tanya sama diri aku sendiri
Apa kurangnya aku, dan
Apa lebihnya dia
Dia putih, aku juga
Dia cantik, aku juga
Dia banyak yang suka, aku juga
Terus lebihnya dia dimana?
“Dia orang baru”, kata kamu.
Aku orang lama... Aku udah setahun lebih di hati kamu,
Mungkin Cupid lupa menyuntikkanku formalin,
Sehingga aku membusuk dihatimu.
Lalu,
Apa yang harus aku lakukan?
Aku harus jadi dia, pikirku.
“Kamu nggak bisa gantiin dia,” kata kamu.
Kata-kata yang membuat aku berpikir,
Aku bukan kekasihmu... lagi.
Karna yang berhak mendapatkan kata-kata itu,
Seharusnya kekasih kamu.
Lalu aku harus apa?
Apa aku harus
Melihat dia memilikimu?
Dan menunggu dia jadi orang lama buatmu?
Haruskah?
Aku sedih.
Aku pacar kamu.
Tapi...
Kamu nanyain sesuatu ke dia,
Hena jawab, “perlu dijawab ga??”
Kamu bilang, “ya aku nanya karena perlu jawaban lah @_@
Hena jawab, “nah pasti kamu tau jawaban aku :D”
Kamu bilang, “dasar kau.., jawaban yg bgitu biasanya bisa buat cowok galau tau wkwk
Kamu nanyain sesuatu ke aku,
Aku jawab, “Emang masih butuh jawaban aku?”
Kamu bilang, “Au ah”
Jawaban yang nyaris sama, dan tanggapan yang benar-benar berbeda.
Sakiit.
Apa lebihnya dia?
Apa dengan dia bisa masak nasi goreng buat bapa nya, dengan bumbu seadanya, dia bakal ngasih kamu bekel kayak yang aku lakuin ke kamu?
Apa lebihnya dia?
Kalau nasi goreng modal garem sama telor doang, apa itu enak?
Aku? Aku belajar masak nasi goreng buat kamu. Aku yang bisa buat bumbu nasi goreng, kamu bahkan ga percaya sama masakan aku.
Dia? Sebelum kamu tau rasa masakannya dia, kamu udah muji dia.
Sakiit.
Apa lebihnya dia?
Apa dia mau lari-larian jam 5 pagi buat bawain kamu bekal pas OSPEK?
Apa dia mau bantuin kamu ngerjain tugas kamu meski nggak kamu minta dan akhirnya nggak kamu pake?
Apa dia mau ngebuatin coklat buat kamu, kak Sita, sama Vita?
Apa dia mau ngebuatin pop up card buat kamu?
Apa dia mau ngeboncengin kamu naik motor?
Apa dia mau ngajarin kamu naik motor?
Apa dia mau nangkep kamu, kalo kamu hampir jatuh dari motor?
Apa dia mau bawain KFC ke tempat les kamu, meski rumahnya jauh?
Apa dia mau ngejemput kamu pulang?
Terlebih,
Apa dia mau sabar, kalo ada di posisi aku?
Aku sama dia
Apa lebihnya aku?
Apa kurangnya dia?
Aku udah nggak bisa ngeliat
Lebihnya aku
Dimata kamu
Bahkan aku
Nggak bisa benci dia
Padahal
Dia milikin
Apa yang seharusnya aku milikin...
Aku nggak bisa apa-apa
Aku nggak bisa marah sama kamu
Kamu lebih pintar dari aku
Aku nggak bisa marah sama dia
Dia lebih menarik dari aku
Aku nggak ada sandaran
Tapi dia ada
Mau senangis apa pun aku
Yang kamu bela pasti
Dia
Aku pengen nampar kamu
Sekali lagi
Tapi nggak bisa
Aku sayang kamu
Aku nggak bisa
Jadi kayak mamah kamu
Yang katanya juga, sayang kamu
Aku pengen lari
Tapi kepikiran buat ninggalin kamu aja
Engga ada
Dia,
Dia bisa muncul bisa enggak
Aku,
Aku selalu bales chat kamu
Kapan kamu butuh aku, aku nggak ada?
Apa
Kamu nggak butuh aku?
Makannya yang kamu cari
Dia
Bukan aku.
Aku sama dia
Kamu nggak pernah bilang lebihnya aku
Kamu cuma bilang, kalo nggak ada kamu ada yang kurang
“Kamu bagian hidup aku, tapi masih banyak bagian-bagian lainnya. Tapi aku, aku hidup kamu,” kata kamu.
Aku baru tau
Tembok yang aku susun selama ini, sia-sia.
Semua yang kamu bilang, semua yang kamu lakuin buat aku.
Mana?
Kenapa hilang?
Dulu kamu nggak gini
Sebelum ketemu sama

Orang baru.



Bandung, 17 Januari 2014

Tidak ada komentar:

Posting Komentar