-Klise-
Strawberry.
Cewek empat belas tahun yang menyukai Coffee.
Dan Coffee?
Cowok dengan tampang yang hmm lumayan, kulit coklat, rambut ikal, mata belok dengan bola mata yang hanya terlihat setengah. Mana pula dia dingin, sombong, cuek, sok pinter, menyebalkan, dan blablabla. Sudah terbayang betapa hrrrr-nya cowok itu... tapi ntah kenapa Strawberry menyukain Coffee.
Hmm
Ada beberapa kemungkinan kenapa cowok itu punya chemistry buat Strawberry.
1. Mama Strawberry menyukai Coffee sebab ia pintar, cerdas, berpendidikan, sopan & ramah sama beliau, bertanggung jawab, dan yang menjadi alasan utama mungkin karna mamanya Coffee adalah sahabat mama Strawberry saat kuliah.
2. Coffee. Entah kenapa di balik sikapnya yang hiper nyebelin itu seperti ada suatu karisma yang antah berantah letaknya dimana. zz
3. Strawberry. Mungkin dia merasa bahwa takdirnya adalah Coffee. Mungkin karna faktor ibunya yang menyukainya, atau mungkin karna faktor dia yang menyukainya.
Saat itu...
SMP kelas 3. Mama Strawberry bersikeras mensugesti Strawberry untuk masuk SMA yang sama dengan Coffee dengan alasan yang beragam. Katanya metode pembelajarannya bagus lah, programnya bagus lah, dan yang ngebuat Strawberry curiga adalah : "kamu disana aja sekolahnya, biar ada teman pulang" said her mom.
Selama Pra test- test- hingga pengunguman hasil test adalah hari-hari yang penuh warna buat Strawberry.
Kenapa?
iya kenapa lagi kalo bukan karna Coffee.
Selama itu mereka terus bersama. Berangkat bareng. pulang bareng. kadang sebelum pulang Coffee nanyain mau jalan kemana dulu. Alibynya sih karna bete di rumah. Dan disitu mereka mulai saling mengenal satu sama lain.
Tapi sayangnya Strawberry nggak sepintar Coffee. Kalo diajak ngobrol sama Coffee pasti nggak nyambung ketauan bloonnya deh.
jadi kadang Strawberry dengan bloonnya ngomentarin, "iya apa?" , "hahahaa" , "astaga..." , "iya ya? oia ya! hahaha"
Kadang kalo Strawberry cerita kesannya krik banget -_-
Nggak jarang lho Coffee bilang, "Iya iya aja deh... kasian lo nya sebenernya mau ngelawak tapi nggak lucu :D"
Strawberry jadi malu sendiri. Kesel sendiri. Galau sendiri. Bete sendiri. Dongkol sendiri.
Nggak jarang juga si Coffee sombong banget. dan nggak jarang juga si Coffee njelek-jelekin Strawberry. Sakit hati kan.
Nggak jarang juga si Coffee sombong banget. dan nggak jarang juga si Coffee njelek-jelekin Strawberry. Sakit hati kan.
yayaya. Strawberry emang pengen satu sekolah sama Coffee. Tapi pas itu temen-temen Strawberry nggak ada yang setuju kalo Strawberry masuk sekolah itu. Karna SMP Strawberry di Negri. kalau masuk swasta nurunin derajat katanya -___-
dan Coffee? Dia yang disuruh mamanya untuk sekolah disitu sebenernya juga nggak pengen sekolah disitu. Dia juga mau masuk negri. Akhirnya mereka bersekongkol untuk nggak lulus ujian.
Tapiiii ternyata kenyataannya berlawanan. Mereka sama-sama diterima di sekolah itu.Gosh!
Awalnya Strawberry mikir, "Ah... Coffee kan nggak mau sekolah disitu..." dan karna gengsi nggak mau direndahin temen-temennya akhirnya Strawberry memutuskan untuk mengundurkan diri dari sekolah itu dan tetap Ciao ke SMA Negri meskipun pilihan SMA Negri mereka berbeda.
Dan ternyata Coffee nggak di terima di SMA Negri pilihannya. #nyesek
Dan ternyata Coffee nggak di terima di SMA Negri pilihannya. #nyesek
Dia memutuskan untuk nurutin kata emaknya buat sekolah di SMA swasta pilihannya. Strawberry sempet nyesel banget karna ngilangin kesempatan buat satu sekolah sama Coffee.
Beberapa hari mereka udah nggak ketemu-ketemu lagi karna hasil testnya udah diumumin. Jujur. Strawberry kangen banget sama Coffee. Sering dia ngeliatin Facebooknya Coffee. Sampai akhirnya pas dia lagi stalkingin facebooknya Coffe, ada tertera disitu "Coffee wrote something on your wall"
Hah? yang bener?
benak Strawberry. Strawberry memang belum mebuka profil apa lagi notificationnya.
Segera Strawberry membuka wallnya.
Dan nyesss... ternyata hanya "Ckck,." yang di tulis Coffee.
tapi empat kata enam karakter itu membuat Strawberry melonjak kegirangan !
Segera Strawberry membalasnya, "napa lo? kangen? :)"
Segera Strawberry membalasnya, "napa lo? kangen? :)"
mungkin agak agresif. Tapi begitulah Strawberry... Dan Coffee? Ya begitulah... entah gengsian. ato entah malu. tapi yang jelas Coffee bertindak seolah-olah dia nggak suka sama strawberry. Tapi tetep aja apapun yang Strawberry katakan selalu ditanggepin sama Coffee.
bikin penasaran....
Dua tahun kemudian. Setelah Strawberry dan Coffee sama-sama punya pacar. Mereka menemui situasi yang ngebuat mereka jadi deket lagi. Ouch !
dan kali ini... Coffee berubah 180 derajat... entah kenapa dia sepertinya sering memperhatikan Strawberry.
**To Be Continued**
Tidak ada komentar:
Posting Komentar